Raisya dan Kemarahanku

Jumat lalu Raisya sudah kembali ke pangkuan orang tuanya, setelah seminggu di culik anak-anak muda yang katanya selama ini mempunyai perilaku baik dan alim.

Setelah membaca berita dari detik.com disini dan disini saya curiga dibalik ini semua adalah kembalinya kelompok-kelompok islam yang gelap mata.

Menurut kabar, selama ini para anggota kelompok tersebut di baiat sebagai anggota dan mau melakukan apapun untuk kelompoknya atas nama perjuangan demi agama (jihad?).

Malah ada rekan saya yang berani menjual mobil orangtuanya demi menyumbang kelompok tersebut. Dan hal itu harus dilakukan karena bila menolak akan membahayakan jiwa mereka dan anggota keluarga mereka.

Saya tidak tahu peristiwa ini pertikaian internal antar mereka atau memang penculikan bermotif pemerasan. Hanya Ali Said dan para pelaku yang mengetahuinya.

Saya marah karena yang menjadi korban adalah anak-anak. Tindakan mereka sama sekali tidak mencerminkan orang dengan menjunjung tinggi ketuhanan dan kemanusiaan apalagi mau mengaku perilaku islami.

Kita kembali harus waspada, banyak sekali anak muda terkecoh dengan faham-faham “idealis” yang membahayakan mereka. Banyak kelompok pengajian yang hanya sebagai topeng belaka.

Orang tua akan semakin bingung dengan pilihan anaknya, haruskah ia tumbuh secara “sekuler”, “gaul” tapi Narkoba mengancam. Atau menjadi anak agamis, alim dan taat tapi ektremisme mengintainya.

Kejadian seperti ini akan memojokkan citra umat Islam. Atau haruskah kita lawan mereka dengan kekerasan? Kita yang berusaha hidup “normal” kembali harus diperburuk citranya oleh segelintir orang yang sok agamis tapi berperilaku amoral.

Masa mau ngaji aja kita jadi khawatir? Huhh

Tagged , ,

4 thoughts on “Raisya dan Kemarahanku

  1. oRiDo says:

    setuju banget…
    aku juga geleng2 kepala dan miris mendengar berita ini..

    bangunlah muslim dan muslimat…

  2. sayasaja says:

    @oRiDo
    Thanks udah mampir.
    Iya mas, mestinya kan kita ga usah dibutakan sama ajaran-ajaran yang secara logika aja aneh…

  3. Surya says:

    Klo saya sih ga khawatir. Karena sudah sangat jelas dan logis bahwa tujuan manusia beragama itu untuk hidup bahagia dan damai. Dan logikanya nggak mungkin kita mencapai kebahagiaan dan kedamaian dengan mengorbankan kebahagiaan dan kedamaian orang lain.

  4. sayasaja says:

    Betul pak. Seharusnya kita punya pemahaman seperti itu.
    Terima kasih sudah mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: