Memilih Tempat Tinggal

Ketika saya ditanya apakah hidup saya cukup bahagia? Saya menjawab syukurlah saya lagi bahagia. Mengapa demikian? Karena saya punya penghasilan, punya seorang istri dan seorang anak.

Ternyata menurut ilmu psikologi positif ada hal lain yang sangat menentukan tingkat kebahagiaan seseorang yaitu tempat dan lingkungan dimana kita tinggal.

Kita tahu bahwa rumah mewah belum tentu membuat orang bahagia, demikian pula setumpuk sertifikat deposito. Jadi selayaknya memilih tempat tinggal bukan hanya dilihat dari luasnya saja atau paling dekat ke tempat kerja. Tetapi lebih dari itu yaitu tempat yang paling membahagiakan buat kita.

Berikut beberapa acuan dari Penelope Trunk dalam memilih tempat tinggal.

  1. Pilihlah tempat tinggal sesuai kemampuan ekonomi Anda.

    Uang tidak dapat memberi kebahagiaan. Tetapi Anda tidak akan nyaman bila mempunyai penghasilan jauh dibawah rata-rata tetangga dilingkungan Anda.Begitu pula sebaliknya ketika penghasilan Anda jauh diatas rata-rata, maka Anda akan menjadi sorotan dan “andalan sumbangan” di lingkungan tersebut.

    Pengembang perumahan telah menyiasati dengan pembangunan sistem cluster yang disesuaikan dengan harga rumah yang hampir sama. Mereka berasumsi dengan harga rumah dilokasi tersebut sekitar Rp 150 juta, maka penghasilan penghuninya kurang lebih sama.

  2. Ingatlah kemungkinan Anda akan berpindah pekerjaan

    Karir Anda mungkin tidak selamanya di tempat yang sekarang. Ada kemungkinan mutasi ke luar daerah atau bahkan bagi pegawai swasta pindah kerja ke perusahaan lain jadi hal biasa. Jadi hindarilah mengambil keputusan membeli tempat tinggal atas alasan dekat tempat kerja sekarang. Banyak hal lain yang akan membuat Anda dan keluarga bahagia selain kedekatan Anda dengan tempat kerja. Jadi jangan jadikan ini sebagai alasan utama.

  3. Banyak persyaratan bukan berarti lebih baik.

    Terlalu banyak syarat dan pertimbangan dalam memilih tempat tinggal tidak akan menjadi lebih baik malah akan membuat Anda semakin bingung. Sulit menemukan tempat tinggal yang akan memberikan semua yang Anda perlukan.

  4. Tempat sekolah anak

    Tempat sekolah Anak adalah penting. Bahkan sekarang ada kecenderungan sekolah yang bagus biayanya mahal. Tetapi jangan dibuat sulit. Akan terlihat wajar bila Anda mengatakan sekolah dimanapun pasti baik untuk anak Anda. Buatlah evaluasi secara obyektif. Sesuaikan dengan kondisi keuangan dan jarak. Terlalu memaksakan sesuatu tidak akan berakhir baik.

  5. Bertetanggalah dengan orang yang Anda sukai

    Kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah menjaga hubungan yang hangat dengan orang lain. Bila Anda bisa berteman dengan tetangga Anda, pasti umur Anda lebih panjang. Bila Anda bisa akrab dengan teman kerja, Anda akan menyukai pekerjaan Anda. Teman akan mengubah hidup Anda. Bertetanggalah dengan yang Anda sukai atau sukailah tetangga Anda. Jadi bertemanlah.

Tagged , , ,

12 thoughts on “Memilih Tempat Tinggal

  1. edratna says:

    Hmm..rumahku istanaku, jangan melirik orang lain, bersyukurlah apa yang telah diperoleh.
    Betul, kita bisa senang tinggal dilingkungan yang orang-orangnya hampir sama, cara hidupnya, kemampuannya, kalau tinggal didaerah yang heterogen lebih sulit dalam bergaul.

    Rumah bisa nyaman, jika setiap penghuni bebas mengekspresikan dirinya, rumah yang terlalu indah dan terlalu bersih, kadang menjadi kurang nyaman, kalau penghuninya tak bisa menikmati.

  2. OrangeMood says:

    Kebetulan saya baru membeli rumah… dapet nasihat dari kakak2 dan yang lain, memang sesuai dengan kemampuan sekarang, karena mikir nanti kalau ada rejeki beli lagi, jangan ngoyo toh masih single, anggap saja investasi… bisa juga nanti ngga di tempatin karena pengin ke luar negeri juga…🙂

    lokasinya?… jauh dari tempat kerja, dekat dengan kakak2, karena memang ngga suka punya rumah di pusat kota, rawan, macet sama, banjir, polusi, belum kalau ada huru hara, stress dah… + harga pasti selangit…

    pilih rumah memang harus dari hati… lihat lingkungan, lihat dompet, lihat kepentingan…🙂

  3. sayasaja says:

    @OrangeMood
    Terima kasih udah mampir di blog ini…
    Selamat memiliki rumah baru…Memang asyik banget kalo kita bisa tinggal deket sama sodara-sodara.
    Apalagi kalo bisa tinggal didaerah yang jauh dari hiruk pikuk, udara segar, … tapi dompet isinya nambah terus…🙂

  4. lei says:

    hai hai salam kenal!

    kl mnrtku nih..yg skrng masi ngontrak di rumah kecil yg alhamdulillah lebi deket ke kntr dibanding rumah orangtua dulu..jauh lebi bahagia kl rumah lokasinya strategis dan gampang kemana2 terutama kantor/sekolah.

    bnyk waktu yg biasanya abis di jalan jadi bisa lebih dinikmati utk hal yg lebih penting. ah..semoga kl dah mampu bli rumah bisa tinggal di tempat yg ga memaksa menghabiskan hidupku di jalan😀

  5. sayasaja says:

    @lei
    Hai juga…
    Deket ke tempat kerja sih enak banget, gak cape di jalan. Cuman untuk beli rumah deket tempat kerja itu yang bikin kita pusing lihat harganya….:)
    Dan kalo kita tiba-tiba pindah kerja yg jauh dr rumah sekarang, terus rumah itu bgmn?
    Jd maksud tulisan diatas, jangan hanya itu saja yang dijadikan alasan memilih tempat tinggal…;)
    Thanks ya udah mampir…

  6. indonesiaretail says:

    Untuk poin no 5, sayangnya kita tidak bisa sepenuhnya memilih siapa yang akan menjadi tetangga kita. Kecuali rumah yang kita beli memang berada di perumahan yang tematis. Misal perumahan kantor, isinya teman2 kantor, tp susah bolosnya🙂. Atau perumahan muslim kyk di bekasi dan islamic tangerang. Kalau di perumahan yang umum… ya take it for granted.

  7. sayasaja says:

    @indonsiaretail
    If it takes for granted ya…sukailah tetangga Anda🙂
    Itu intinya…Hangat dengan tetangga katanya sih memperpanjang usia…
    Terima kasih sudah mampir

  8. firman says:

    salam kenal mas
    Mungkin ada tambahan point; yaitu prekonomian orang tua/mertua dan saudara2 kita (ex: kita dan istri sukses kerja dengan gajih besar ambil rumah dengan sistem cluster, dimana setiap orang masuk meninggalkan KTP, bisa2 orang tua/mertua dan saudara2 kita tidak akan ada yang mau berkunjung kerumah kita.

    untuk point 4 saya sangat setuju tempat sekolah untuk anak2 itu, bahkan sangat penting, Saya sendiri baru ambil KPR di jantung Pemda kab Bogor karena didaerah tersebut karena merupakan jalur pendidikan mulai dari TK-SD/MI-SMP/MTS-SMU/SMK baik negeri maupun swasta favorit semua ada dijalan tersebut, tapi yang jelas karena dekat dengan tempat kerja istri (al-azhar cibinong).

  9. sayasaja says:

    @firman
    Sebagai orang timur memang kita tidak bisa menafikan keadaan keluarga besar, kita akan selalu berinteraksi dengan mereka.
    Tapi selama yang saya alami, rumah sistem kluster belum menjadi halangan bagi keluarga untuk berkunjung.
    Sebenarnya tempat tinggal yang nyaman itu tidak harus mesti di perumahan mewah dengan sistem kluster yang super ketat. Kita tidak harus menjadi phobia akan kejahatan seperti itu.
    Tinggal di perkampungan yang hangat tidak kurang menyenangkan bukan?
    Pengalaman masa kecil saya seperti itu….
    Poin dari tulisan diatas adalah jangan memaksakan diri, ketentraman dan kebahagiaan lebih berharga dan …bikin umur panjang.🙂
    Terima kasih sudah mampir.

  10. Tema yang bagus,
    Salam kenal,

  11. suhir says:

    klo aku neh ada beberapa kriterianya,
    1. deket lokasi kantor dimana kita bekerja
    2. fasilitas seperti belanja harian tersedia
    3. fasilitas rumah sakit tersedia
    4. tdk banjir dan keamanan terjamin
    5. yg terakhir neh tetangga menyenangkan

  12. sayasaja says:

    @suhir
    Boleh juga kriteria seperti itu, mudah-mudahan ngantornya ga pindah-pindah jd ga ribet.
    Terima kasih sudah mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: