Terorisme, Kemandirian & Usaha Mikro (2)

Kemiskinan adalah masalah pelik yang dihadapi oleh negara-negara berkembang dan miskin. Padahal PBB sudah mencanangkan melalui program Millenium Development Goals (MDGs) bahwa pada tahun 2015 kemiskinan harus turun 50 %. Tetapi disisi lain para pemimpin dunia seperti setengah hati untuk membantu negara-negara berkembang dan miskin. Hal ini bisa dilihat dari ide untuk menghapuskan hutang negara miskin yang tidak disepakati. Selain itu, Bank Dunia yang tujuan utamanya memberantas kemiskinan, hanya sebagian kecil saja dananya yang diperuntukkan bagi usaha kecil dan mikro. Tetapi malah mengelontorkan jutaan dolar bagi korporasi melalui International Finance Corporation (IFC).

Menurut Prof. Rokhmin Dahuri, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang sedang jadi terdakwa, hal itu disebabkan oleh faktor sumberdaya alam, faktor struktural dan faktor kultural.

Kemiskinan karena sumberdaya alam, terjadi karena kondisi alam yang tidak produktif baik akibat bencana, maupun sebagai akibat perilaku manusia seperti penggundulan hutan, pencemaran lingkungan dan eksploitasi yang berlebihan.

Kemiskinan struktural diakibatkan karena kebijakan yang tidak tepat dan tidak kondusif terhadap sektor tertentu, baik oleh pemerintah maupun kebijakan global.

Kemiskinan kultural diakibtakan oleh budaya masyarakat yang tidak bisa beradaptasi dengan irama perkembangan dan kemajuan baik teknologi maupun informasi.

Ketika pembangunan dengan mazhab pertumbuhan ekonomi tinggi tidak mampu mengentaskan rakyat dari kemiskinan, maka lahirlah berbagai alternatif pemikiran yang mengklaim mampu meningkatkan taraf hidup rakyat miskin, mulai dari Hernando de Soto, Mohammad Yunus, Amartya Sen dan CK Prahalad di luar negeri, ataupun pemikiran-pemikiran pro rakyat kecil dari Prof. Mubyarto, Gunawan Sumodiningrat, HS Dillon dan Adi Sasono di dalam negeri bahkan Prof Sri Edi Swasono yang sangat anti ekonomi pasar gaya Adam Smith dan menganggap dia sebagai seorang utopis.

Di Indonesia, untuk mengurangi tingkat kemiskinan pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi terbaru yang diantaranya memberi perhatian khusus pada sektor UMKM. Selain itu, BUMN yang khusus mendanai UMKM yaitu PT Permodalan Nasional Madani juga telah berdiri sejak lama. Di sisi lain tumbuh juga alternatif entitas ekonomi yaitu lembaga keuangan yang berbasiskan syariah seperti perbankan syariah, lembaga keuangan mikro syariah, dan koperasi syariah yang akhir-akhir ini semakin marak pertumbuhannya.

Tagged , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: